Koperasi Serba Usaha Gapoktan Marsada Diori Tani, Kesejahteraan Mulus Berkat Koperasi
Berawal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Marsada Diori Tani yang berasal dari cakupan beberapa Desa,Desa Pertambatan,Desa Ujung negri kahan,Desa Karang tengah,serta Desa Kampung kristen Serdang Bedagai Sumut lalu berubah menjadi koperasi. Anggota yang bergabung sampai saat ini mencapai 300 orang.Bisnis utama yang dijalankan adalah produksi bahan bahan pertanian sawit juga koperasi mengembangkan pabrik mini pupuk kompos
Abednego Situmorang, Ketua Koperasi bercerita Gapoktan Marsada Diori Tani terbentuk pada 2023. Saat itu, anggotanya hanya 80 orang, dari empat kelompok tani. “Dengan luas lahan garapan 110 hektar, produksi sawit saat itu hanya 600 kg per hektar,” ujar Abednego.
Untuk meningkatkan efisiensi petani dan memberikan legalitas yang sah, Gapoktan Marsada Diori Tani menginisiasi pembentukan koperasi pada tahun 2024. Koperasi ini terdiri dari Struktur Pengurus Ketua Abednego Situmorang Seketaris Dodo Sihombing Bendahara Listen Sinurat Pengurus dan anggota-anggota yang sebelumnya telah bergabung dalam Gapoktan Marsada Diori Tani Dengan melaksanakan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggotanya,hasil panen yang dicapai meningkat menjadi 900 kg sampai 1 ton lebih per hektar.
Setelah Gapoktan Marsada Diori Tani menjadi binaan dari dinas Pertanian Serdang Bedagai pada tahun 2024, produksi sawit mereka mengalami peningkatan signifikan. Dengan dukungan dari seluruh pemerintah desa dan juga Pemkab Serdang Bedagai serta bimbingan dari penyuluh pertanian, mereka menerapkan demplot (lahan percontohan) dengan menggunakan metode tanam hazton
Pada tahun 2024, Pemerintah Pusat mengangkat koperasi sebagai korporasi, mengakui status resmi mereka. Jumlah anggotanya meningkat menjadi 300 orang dan terus meningkat dengan kepemilikan lahan mencapai 400 hektare yang tersebar di empat Desa di Kecamatan Dolok Masihul.
Abednego menyadari bahwa selain tantangan dalam produksi, ada tiga masalah utama lain yang dihadapi oleh para petani. Pertama, adalah akses terhadap pembiayaan yang seringkali sulit diperoleh. Kedua, adalah kesulitan dalam memenuhi kebutuhan akan sarana pertanian. Dan yang ketiga, adalah ketidakpastian mengenai pasar saat musim panen tiba.
Lalu untuk menangani masalah sarana produksi, korporasi Tani Mulus menginisiasi akan berdiri nya kios pupuk yang juga menyediakan benih dan obat-obatan pertanian. Sementara untuk mengatasi tantangan dalam pasar, korporasi tersebut menjalin kemitraan dengan beberapa pasar mitra,salah satu nya Unilever,SNV,Sumatera Hijau Lestari serta beberapa ritel modern Seperti Yayasan Hijau Lestari. Selain itu, mereka juga bermitra dengan platform marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.
Meskipun telah mengalami peningkatan kesejahteraan, para petani yang tergabung dalam korporasi Marsada Diori Tani tetap peka terhadap kondisi sekitar mereka. Oleh karena itu, mereka juga aktif dalam kegiatan sosial dan berbagai upaya untuk membantu masyarakat sekitar.
Liputan:SR/Abdi


