BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak
Dairi : JLN News
Pembahasan tentang kekerasan dalam rumah tangga dan anak . pada umum nya banyak terjadi karena keterbatasan ekonomi ,sehingga menimbulkan cekcok dalam rumah tangga , yang menimbulkan emosi spontanitas , yang mengakibatkan terjadinya kekerasan fisik terhadap perempuan dan tak sedikit terimbas kepada juga anak, hal ini sudah banyak terjadi di beberapa daerah , termasuk di Daerah Kabupaten Dairi, dan sudah banyak peristiwa Kekerasan Terhadap perempuan dan anak yang kita selesaikan . dan kejadian tersebut , sampai saat ini masih marak dan sangat – sangat memprihatinkan . hal ini disampaikan Sartika Sianipar salah satu pengurus PPA pada saat pembahasan KDRT dan kekerasan lainya, yang diselenggarakan Dinas BKKBN Kabupaten Dairi belum lama ini .
Sebagai nara sumber , Sartika juga menyampaikan bahwa , kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi semata bukan hanya konflik masalah ekonomi , akan tetapi ada hal lain yang menjadi pemicu nya , seperti pengaruh alkohol , narkoba , atau efek kalah berjudi , hal tersebut juga sangat mempengaruhi emosi seseorang yang tidak stabil , sehingga mengakibatkan terjadinya kekerasan yang dapat mengarah kepada penganiayaan fisik . Pembahasan yang merupakan bentuk kekerasan adalah sebagai berikut : Kegiatan Penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan KDRT terhadap perempuan dan anak .
( KTA ) .
Kekerasan terhadap perempuan ( KTP ) . Tindak pidana perdagangan orang ( TPPO ) . anak berhadapan dengan hukum ( ABH) dan perkawinan anak berupa UU TPKS ( Tindak Pidana Kekerasan Seksual ) berupa pemaksaan menikah ( perkawinan ) terhadap anak , dapat di jerat hukum pidana 9 tahun, No 12 Tahun 2022 .
Turut hadir dalam pembahasan tersebut PKK Kecamatan , Nara Sumber Dari Sada Ahmo / PPA Br Sianipar , tokoh masyarakat , tokoh Agama , Pemuda dan beberapa Media Online , cetak dan elektronik .
Bagi masyarakat yang mengalami KDRT , pihak nya telah menyediakan rumah Aman PESADA sebagai tempat pengamanan bagi para korban , dan kita juga mengupayakan penyelesaian akan kasus yang di alami korban .
BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi ketahanan keluarga, pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini, dan peningkatan peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan tumbuh kembang anak.
Fokus utama berita dan program BKKBN terkait isu ini meliputi, Pencegahan Kasus Child Grooming: BKKBN terus mengingatkan masyarakat akan bahaya child grooming atau manipulasi emosional terhadap anak. Hal ini menjadi perhatian serius sebagai isu sosial yang berdampak jangka panjang pada trauma psikologis ,BKKBN memanfaatkan program Kelas Orang Tua Hebat serta program Bina Keluarga Balita (BKB) untuk menekan kasus pola asuh yang salah dan mencegah KDRT sejak dalam lingkup keluarga,Kolaborasi Lintas Sektor , Perwakilan BKKBN di berbagai daerah menggandeng dinas terkait perlindungan anak dan sektor swasta (seperti penyediaan tempat penitipan anak) untuk menjamin lingkungan yang aman dari tindak kekerasan. Untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual pada remaja .
Kepala BKKBN Nita Sitohang menekankan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap terjadi akibat kurangnya toleransi, kedewasaan, serta komunikasi dalam berumah tangga. BKKBN mendorong masyarakat untuk berani menciptakan ruang aman dan tidak segan melaporkan indikasi kekerasan kepada pihak terkait , ujar nya
( Lely Gabe )


